We're not heroes, but we're fighter, dreamer, and survivor


Aku menaruh beribu mata dalam kepalaku, aku memperhatikan semuanya. Kegiatan menganalisis detail adalah hal yang kusuka, aku merekam semuanya dengan mataku dan menyerap semua perasaan yang dihadirkan oleh warna-warna tak kasat mata itu. Kusimpan semuanya dalam memori di kepalaku dan ruang di hatiku.

Memori itu pernah penuh. Percayalah.

Notice everything and feel so deeply, perlahan kian membunuhku. Hal tersebut sudah kuanggap sebagai kutukan, terkutuk dalam badai yang kuciptakan sendiri tanpa tahu cara keluar darinya. Semua perasaan yang kurasakan terlalu penuh aku terlalu peduli pada hal yang memang tidak bisa ku genggam dan tidak pantas mendapatkan kepedulianku. Aku tersesat dalam kegelapan yang menenggelamkan diriku, airnya merah darah berisi kebencian terhadap diriku sendiri. 

Tercekat, tidak bisa bernafas. Aku melayang-layang diambang kematian.

Perasaan ini membakar semua bintang dalam tubuhku.

Tapi jika aku bisa merasakan semuanya terlalu dalam dan memperhatikan detail yang tak kasat mata, seharusnya aku dapat melihat sisi terang dibalik itu semua. Bukankah cara kerja bumi dan matahari sudah mengajarimu banyak hal? Jika ada siang pasti ada malam. Bukankah riwayat sejarah juga sudah mengajarimu banyak hal? Habis gelap terbitlah terang. Bukankah Allah sudah menyebutkan dua kali dalam surat cintanya? Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan.

Apakah kamu lupa? Atau tidak menyadarinya karena gelap telah merenggut kemampuanmu untuk melihat cahaya?

Feel everything so deeply is not curse or your weakness. Mereka merupakan bagian dari dirimu, kekuatanmu. Dirimu merupakan karya tuhan yang paling sempurna, ada banyak benturan planet yang terjadi di dalam galaksimu, kehidupanmu. The scars, the darkness, the fears, the feeling are part of you. You can’t separate them, itu yang membentuk dirimu sekarang.

I know we’re not heroes, but we fighter. Melawan semua kegelapan itu, selamatkan dirimu. Tidak ada yang bisa membantumu dalam hal ini, karena ini pertarunganmu.

I know we’re not heroes, but we dreamer. Dengan mimpi kamu bisa kembali menemukan dirimu sendiri yang hilang. Bukankah akan lebih mengerikan jika kita tidak tahu apa yang kita inginkan di dunia ini? Dengan mimpi bintang-bintang yang terbakar tadi akan kembali bersinar terang lagi. Kenapa kita harus menyembunyikan warna-warni yang ada di kepala kita hanya karena badai kegelapan datang? No No Ya, itu cara kita melawan. 

I know we’re not heroes, but we survivor. Survivor di kehidupan kita masing-masing, aku tahu hidup tidak hanya untuk bertahan, jangan lupa sesekali masuk ke secret garden yang kita buat sendiri ya.

Saat kegelapan bertemu dengan cahaya disitulah jalan keluar dari terowongan gelap ini, disitulah kita berhasil berenang keluar dari laut kebencian. Jadilah dirimu yang apa adanya, peluklah semua bagian dari dirimu, the scars, the fears, the love, your hearth. 

Find your light. I’ll be by your side.

Tulisan ini terinspirasi dari lagu “What it sounds like-Kpop Demons Hunter”.

Komentar

Postingan Populer