Somewhere Only We Know


Aku menyebut tempat itu secret garden, disana aku bebas melakukan apapun, dan asiknya lagi, aku bisa melakukan hal yang aku suka. Kunci pintu itu hanya aku yang memilikinya, tidak punya pengganda. Ketika dunia menjelma begitu mengerikan, di sanalah aku berlindung, merajut kembali serpihan kekuatanku. seperti tanda koma. 

Apa yang ada dibalik pintu rahasia itu? Hanya aku yang tahu. Tempat itu bukan untuk menghindari ketakutan, tapi untuk mengambil amunisi agar siap berperang. Kita tidak bisa menghindari ketakutan ia hanya akan tetap berada di belakang kita, mungkin kita perlu menggeser posisi kacamata kita sedikit. Merubah sudut pandang. Mendengarkan lebih dalam. Dengarkan dengan seksama, jika “ketakutan” bisa berbicara, dia akan berkata:

“Ekheemm…. Jangan menghindar dulu, aku ingin memberi pelajaran ajaib tentang keberanian.”

Mungkin agaknya begitu. Ketakutan memang suka jahil. Tapi sebenarnya dia baik. Jika aku berhasil memenangkan pertarungan tak kasat mata ini, mengambil langkah yang berani, menyiapkan banyak amunisi, berani melangkah walau takut terjatuh lagi. Mungkin seseorang akan memberikanku sebuah ice cream taro rasa "kehidupan". Sebagai medali atas kemenangan ini.Yepiiiii!

Kau tahu? Kamu juga bisa membuat tempat itu, khusus hanya kamu yang tahu, kamu bisa membangun apapun di tempat itu. Apapun yang kamu sukai, apapun yang kamu inginkan.

Sudah kubilang, “Ketakutan” cuma ingin berkenalan, atau bahkan dia akan memberikan ice cream rasa "keberanian" dihari kalian berkenalan.


Komentar

Postingan Populer